Minggu, 29 Oktober 2017

Penjelasan Silabus Ar-rasyad (by Ibu Ari)

Dalam kesempatan yang sangat singkat ini, Ibu Ari hanya menjelaskan garis besarnya saja. Tidak detil satu persatu, karena sangat banyak sekali jika dipaparkan semuanya.

Contoh-contoh kasus:

a. Anak perempuan usia 13 tahun (kelas 1 SMP) sedang butuh perhatian dari laki-laki dewasa. Atau, sedang senang-senangnya memperhatikan pria dewasa. Jadi, jika sedang menyampaikan materi pelajaran lalu diantara mereka ada yang sedang berbisik-bisik membicarkan "cowok dewasa" maka jangan langsung dimarahi karena memang sedang masa-masanya mereka sperti itu. Cukup diarahkan dan diluruskan dengan cara yang baik dan bijaksana. Sampaikan pada orang tuanya, terutama ayahnya karena anak perempuan ini sebenarnya kurang vitamin A alias perhatian dari ayahnya.

b. Pun sebaliknya, anak laki-laki. Sedang masa-masanya kulitnya ingin disentuh oleh kulit perempuan. Maka, jangan sampai anak laki-laki ini kekurangan vitamin B alias perhatian dari ibunya. Cukup diarahkan dan diluruskan. Sampaikan pada kedua orang tuanya, terutama ibunya.

Membina anak perempuan sebenarnya menstimulus Ia untuk menjadi seorang ibu.

Kelas 3 dan 4 SD
Ini masa-masa mereka mengucapkan "sarkasme" (bicara kasar), kotor. Jangan marah. Diarahkan dan diluruskan saja dengan cara yang baik dan bijak. Sampaikan pada kedua orang tuanya.

Kelas 1 dan 2 SD
Masa-masanya mereka:
  1. Menggigit jari untuk menenangkan diri. Hal ini diberi istilah dengan proses regulasi
  2. Mulai berani berbohong, jika hal ini terjadi, jangan 100 % percaya, kroscek dan jika benar berbohong, jangan langsung menghakimi dengan kalimat, "kamu bohong, ya?"  cukup diluruskan dengan cara yang baik dan bijaksana. Sampaikan hal ini pada orang tuanya.
  3. Mulai suka mengatur, ingin selalu jadi yang pertama, mudah kecewa, keras berusaha, teman itu penting dan masih banyak lagi hal lainnya yang penulis tidak bisa tuliskan disini karena memang catatanya dari acara pelatihan kemarin cuma ini. :)

0 komentar:

Posting Komentar