Minggu, 29 Oktober 2017

Buku Aku dan Dunia (by Ibu Angie Siti Anggari, S.Pd, M.Sc)

Catatan oleh Ahmad Fatoni
Pelatihan hari Jum'at, 28 Oktober 2017
di Sekolah Tara Salvia, Jln. Menjangan, Ciputat

Bismillah,
Kali ini saya mau men-share hasil dari pelatihan bersama Ibu Angi, S.Pd, M.Sc di sekolah Tara Salvia Ciputat, Tangerang Selatan bersama Bu Ade (manajemen YPII) dan Bu Tuti (Koord. Level 1 SD) beserta perwakilan guru-guru dan manajemen berbagai macam SD. Mulai dari Baitul Maal, Ibnu Sina (Bandung), Avicenna, dll.
Baik, langsung saja, ya..
Mungkin kita sudah banyak yang tahu ya, sejak tahun 2013 pemerintah melalui Kemendikbud telah menetapkan kurikulum baru dengan nama Kurikulum tahun 2013, atau biasa disingkat dengan KURTILAS. Pada tahun 2016 pemerintah merevisinya menjadi kurikulum nasional. Agar seragam, maka penyebutannya sekarang sudah tidak KURTILAS. Namun, menjadi KURIKULUM NASIONAL. Pemerintah melalui Kemendikbud telah mewajibkan sekolah mulai dari Aceh sampai Papua untuk menggunakan buku rematik yang sudah dibuat dan direvisi sedemikian rupa agar digunakan sebagai penunjang proses KBM di sekolah.

Namun, pada kenyataannya praktek di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia tidak seindah yang diharapkan dan dibayangkan. Banyak komentar baik positif maupun negatif dari guru-guru sebagai pendidik yang berhubungan langsung dengan murid-murid. Komentar itu pula yang muncul dari manajemen sekolah baik sekolah negeri maupun swasta. Ada yang merasa kesulitan dengan hadirnya buku tersebut, ada juga yang menganggap remeh buku itu karena terlalu mudah atau terlalu sederhana jika dibandingkan standar sekolah yang dikelolanya.

Terlepas dari itu semua, Ibu Angi menyampaikan semua itu tergantung kebijakan masing-masing sekolah.Yang jelas pastinya mereka semua mempunyai alasan masing-masing untuk menerima lalu menggunakan buku itu dengan semaksimal mungkin atau menerima hanya sebagai panduan saja, atau bahkan menolaknya dan meninggalkan buku itu.

Yang masih menjadi Masalah???

Buku teks yang bisa memenuhi kebutuhan teks untuk anak.

* Pada tahun 2013 menurut penelitian, Indonesia itu masuk urutan ke-4 dari 45 negara di dunia dalam minat membaca
* Sementara EGRA memberikan hasil penelitian bahwa anak-anak Indonesia sudah lancar membaca, namun belum bisa memahami apa yang dibacanya.

Kita tentu sering atau pernah mendengar kata "LITERASI". Sebenarnya, LITERASI itu apa, siih???



MEDIA PENUNJANG LITERASI
Banyak buku, bermacam buku yang dapat memenuhi kebutuhan literasi anak-anak kita. Berbagai jenis buku banyak dijual di pasaran.

Bagaimana buku teks dapat mengembangkan kemampuan LITERASI anak???

Buku teks sebaiknya:
1. Mendukung pembelajaran literasi
2. Mendorong rasa ingin tahu anak
3. Menyenangkan anak
4. Menantang untuk tugas selanjutnya

BUKAN: 
1. Sekedar ada
2. Menyenangkan orang tua agar anak belajar
3. Dasar membuat RPP bagi guru
3. Dasar pengembangan kegiatan


BUKU TEKS SEBAGAI MEDIA PENUNJANG LITERASI

a. Cerita berbicara tentang dunia anak di kelas 1
b. Topik cerita disesuaikan dengan kebutuhan anak
c. Kosakata yang digunakan adalah kosakata yang familiar
d. Ilustrasi membantu mengembangkan literasi visual anak 
e. Cerita mengandung pesan moral/ nilai
f. Karakter dipilih dengan memperhatikan gender bias  


  Pada kondisi tertentu ada cara tradisional yang tidak bisa digantikan oleh teknologi (Ibu Angie Quotes)

Contoh:  
 Mengajarkan buku kepada peserta didik dengan cara memegang buku besar (Aku dan Dunia) dengan menunjuk "huruf", "kata" sambil "mobile" berkeliling mendekati anak-anak dalam suatu kelas tidak bisa digantikan dengan kemajuan teknologi (cukup dengan ditampilkan slide saja misalnya) karena tetap berbeda rasa, suasana dan manfaatnya

Motaze = Gunting, gunting tempel, beri hiasan tambahan

HURUF yang bermakna itu HURUF yang ada pada SEBUAH KATA 


Saat membaca, seorang anak itu..... 

sumber gambar: klik disini


 1. Menebak arti kata dengan melihat gambar
2. Menghubungkan isi cerita dengan pengalamannya
3. Menghubungkan isi cerita dengan dunia sekitarnya
4.Menghubungkan isi cerita dengan yang pernah dibaca dari buku lain
5. Menyimpulkan 
6. Kegiatan dilakukan untuk memahami bacaan



Darimana anak memperoleh/mendapat STRATEGI MEMBACA??? 

 Dari seorang guru yang SERING MELAKUKAN kegiatan membaca bersama >>> SHARED READING 

Jangan mengajarkan membaca, kalau guru belum membaca buku yang akan diajarkan.  

Strategi membaca harus dibiasakan, dibelajarkan. 

READ LOUD > Guru membacakan cerita

 

 

0 komentar:

Posting Komentar