This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 19 Desember 2017

Cara mengenal diri sendiri

Dalam seni perang Sun Tzu, jika Anda mengenal diri sendiri dan mengenal siapa musuh Anda, maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan hasil dari 100 pertempuran. Begitu pula dalam hidup ini, jika Anda tahu siapa diri Anda dan mengerti situasi/lawan/kompetitor Anda, maka kemenangan pasti ada ditangan Anda.

Semua orang sukses pasti mengerti siapa diri mereka, Bill Gates pernah berkata:

The only thing I understand deeply, because in my teens I was thinking about it, and every year of my life, is software. So I’ll never be hands-on on anything except software.


Mengenal diri Anda sendiri adalah permulaan dari semua kemenangan hidup. Mengenal diri sendiri memang sangat penting namun terkadang juga sulit dilakukan, dan satu-satunya orang yang bisa mengenali diri Anda tentu hanya diri Anda sendiri. 

So, let’s back to square one. Ayo merenung sebentar, dan pikirkan kembali siapa diri Anda. Cukup siapkan kertas/catatan dan kosongkan pikiran Anda dari semua hal, kosongkan pikiran dari kesibukan, ilmu, pengalaman, apapun itu, buatlah pikiran Anda kosong seperti tidak mengetahui apa-apa.

Cara terbaik untuk menemukan jati diri Anda adalah dengan bertanya, bertanya adalah trik yang paling ampuh karenapertanyaan sebodoh apapun yang ditanyakan maka otak akan selalu mencari jawabannya perlahan-lahan, karena itu mengapa tidak bertanya kepada diri sendiri, dan mengenal diri Anda lebih dalam.

Tidak usah berpikir muluk-muluk, tulis saja apapun yang muncul pertama kali dipikiran Anda saat mendengar pertanyaan dibawah (spontan), tidak ada jawaban yang benar atau salah, jangan menjawab dengan “saya tidak tahu”, jawablah saja apapun itu.


Jawablah 15 pertanyaan berikut:

  1. Apa kelebihan saya?
  2. Apa kekurangan saya?
  3. Apa yang saya suka?
  4. Apa yang saya tidak suka?
  5. Apa yang paling penting bagi hidup saya?
  6. Siapa orang yang paling penting dalam hidup saya?
  7. Apa arti kesuksesan bagi saya?
  8. Apa yang membuat saya bahagia?
  9. Apa yang membuat saya tidak bahagia?
  10. Siapa seseorang atau figur yang saya anggap sebagai pahlawan (your hero)?
  11. Saya adalah orang yang …
  12. Saya ingin menjadi orang yang …
  13. Saya ingin orang lain menganggap saya sebagai orang yang …
  14. Apa yang membuat saya takut?
  15. Kenapa saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan?

Ok saya sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, jadi apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

Simpel sekali, lakukanlah apa yang membuat Anda bahagia, gunakan kelebihan Anda sesering mungkin, hindari hal-hal yang membuat Anda tidak bahagia, hindari kelemahan Anda, dan itulah arti dari mengenal diri sendiri.

Tahu apa yang harus Anda lakukan dan mana yang tidak perlu Anda lakukan. Tahu bagaimana menggunakan apa yang telah Anda miliki. Tahu apa yang harus diperjuangkan dan apa yang harus ditinggalkan. Tahu kapan harus berhenti atau maju terus. Dan yang paling penting adalah Anda tahu apa yang ingin Anda raih dalam hidup ini (your purpose).

Senin, 30 Oktober 2017

Taujih dan Motivasi oleh Triyatno Prabowo

Para pakar psikolog menegur Prof. Hamdi Muluk karena beliau mengatasnamakan Lembaga Psikolog UI untuk mendukung AHOK.

Pak Bowo ini menulis buku bersama istrinya yang berjudul "THE GREAT DAD (5 pilar ayah hebat)"

Ditampilkan gambar pohon yang tersirat gambar-gambar wajah tersembunyi. Para peserta diminta untuk menebak atau menghitung ada berapakah jumlah wajah yang ada dalam gambar pohon tersebut? Para peserta menjawab dengan berbagai macam jawaban yang berbeda-beda satu sama lainnya. Tidak sampai bertemu pada jawaban yang sama dan kompak menjawab.

Itulah manusia. Itulah yang dinamakan dengan istilah "persepsi".

Persepsi orang itu beda-beda, sesorang akan tetap pada persepsinya sampai datang kebenaran yang shahih padanya.
Menurut penelitain, anak itu tidak boleh pegang (menggunakan) gadget sebelum usia di atas 3 tahun.

QS. Ali Imran: 38 yang artinya: "Disanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." 

POLA ASUH ANAK

Basic Parenting Styles
  1. Authoritarian (focus on rules and strictness) - RULES + STRICTNESS ini biasa dikenal dengan OTORITER
  2. Authoritative (both loving and firm) - PARENT FURTHER + POSITIVE PARENTING , LOVE + FIRM
  3. Permissive (nay be either neglectful or rich in love, but lax in rules) -RULES + NEGLECTFUL OR RULES + RICH IN LOVE
 PERKEMBANGAN ANAK 
  1. Teori Harlock = Psikologi Pendidikan, sarjana psikologi biasanya belajar ini
  2. Teori Ericksons = Psikologi sosial
 
Cari Tabel "Erickson Psychosocial development"???
 
TIPE REMAJA DALAM KEPERCAYAAN AGAMA 
  1. SELF DIRECTIVE = taat beragama karena pertimbangan pribadi
  2. ADAPTIVE = beragama karena mengikuti lingkungan
  3. SUBMISSIVE = ragu-ragu terhadap ajaran agama 
  4. Menolak ajaran agama
Coba search di youtube orang dengan banyak kepribadian

Minggu, 29 Oktober 2017

Penjelasan Silabus Ar-rasyad (by Ibu Ari)

Dalam kesempatan yang sangat singkat ini, Ibu Ari hanya menjelaskan garis besarnya saja. Tidak detil satu persatu, karena sangat banyak sekali jika dipaparkan semuanya.

Contoh-contoh kasus:

a. Anak perempuan usia 13 tahun (kelas 1 SMP) sedang butuh perhatian dari laki-laki dewasa. Atau, sedang senang-senangnya memperhatikan pria dewasa. Jadi, jika sedang menyampaikan materi pelajaran lalu diantara mereka ada yang sedang berbisik-bisik membicarkan "cowok dewasa" maka jangan langsung dimarahi karena memang sedang masa-masanya mereka sperti itu. Cukup diarahkan dan diluruskan dengan cara yang baik dan bijaksana. Sampaikan pada orang tuanya, terutama ayahnya karena anak perempuan ini sebenarnya kurang vitamin A alias perhatian dari ayahnya.

b. Pun sebaliknya, anak laki-laki. Sedang masa-masanya kulitnya ingin disentuh oleh kulit perempuan. Maka, jangan sampai anak laki-laki ini kekurangan vitamin B alias perhatian dari ibunya. Cukup diarahkan dan diluruskan. Sampaikan pada kedua orang tuanya, terutama ibunya.

Membina anak perempuan sebenarnya menstimulus Ia untuk menjadi seorang ibu.

Kelas 3 dan 4 SD
Ini masa-masa mereka mengucapkan "sarkasme" (bicara kasar), kotor. Jangan marah. Diarahkan dan diluruskan saja dengan cara yang baik dan bijak. Sampaikan pada kedua orang tuanya.

Kelas 1 dan 2 SD
Masa-masanya mereka:
  1. Menggigit jari untuk menenangkan diri. Hal ini diberi istilah dengan proses regulasi
  2. Mulai berani berbohong, jika hal ini terjadi, jangan 100 % percaya, kroscek dan jika benar berbohong, jangan langsung menghakimi dengan kalimat, "kamu bohong, ya?"  cukup diluruskan dengan cara yang baik dan bijaksana. Sampaikan hal ini pada orang tuanya.
  3. Mulai suka mengatur, ingin selalu jadi yang pertama, mudah kecewa, keras berusaha, teman itu penting dan masih banyak lagi hal lainnya yang penulis tidak bisa tuliskan disini karena memang catatanya dari acara pelatihan kemarin cuma ini. :)

Buku Aku dan Dunia (by Ibu Angie Siti Anggari, S.Pd, M.Sc)

Catatan oleh Ahmad Fatoni
Pelatihan hari Jum'at, 28 Oktober 2017
di Sekolah Tara Salvia, Jln. Menjangan, Ciputat

Bismillah,
Kali ini saya mau men-share hasil dari pelatihan bersama Ibu Angi, S.Pd, M.Sc di sekolah Tara Salvia Ciputat, Tangerang Selatan bersama Bu Ade (manajemen YPII) dan Bu Tuti (Koord. Level 1 SD) beserta perwakilan guru-guru dan manajemen berbagai macam SD. Mulai dari Baitul Maal, Ibnu Sina (Bandung), Avicenna, dll.
Baik, langsung saja, ya..
Mungkin kita sudah banyak yang tahu ya, sejak tahun 2013 pemerintah melalui Kemendikbud telah menetapkan kurikulum baru dengan nama Kurikulum tahun 2013, atau biasa disingkat dengan KURTILAS. Pada tahun 2016 pemerintah merevisinya menjadi kurikulum nasional. Agar seragam, maka penyebutannya sekarang sudah tidak KURTILAS. Namun, menjadi KURIKULUM NASIONAL. Pemerintah melalui Kemendikbud telah mewajibkan sekolah mulai dari Aceh sampai Papua untuk menggunakan buku rematik yang sudah dibuat dan direvisi sedemikian rupa agar digunakan sebagai penunjang proses KBM di sekolah.

Namun, pada kenyataannya praktek di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia tidak seindah yang diharapkan dan dibayangkan. Banyak komentar baik positif maupun negatif dari guru-guru sebagai pendidik yang berhubungan langsung dengan murid-murid. Komentar itu pula yang muncul dari manajemen sekolah baik sekolah negeri maupun swasta. Ada yang merasa kesulitan dengan hadirnya buku tersebut, ada juga yang menganggap remeh buku itu karena terlalu mudah atau terlalu sederhana jika dibandingkan standar sekolah yang dikelolanya.

Terlepas dari itu semua, Ibu Angi menyampaikan semua itu tergantung kebijakan masing-masing sekolah.Yang jelas pastinya mereka semua mempunyai alasan masing-masing untuk menerima lalu menggunakan buku itu dengan semaksimal mungkin atau menerima hanya sebagai panduan saja, atau bahkan menolaknya dan meninggalkan buku itu.

Yang masih menjadi Masalah???

Buku teks yang bisa memenuhi kebutuhan teks untuk anak.

* Pada tahun 2013 menurut penelitian, Indonesia itu masuk urutan ke-4 dari 45 negara di dunia dalam minat membaca
* Sementara EGRA memberikan hasil penelitian bahwa anak-anak Indonesia sudah lancar membaca, namun belum bisa memahami apa yang dibacanya.

Kita tentu sering atau pernah mendengar kata "LITERASI". Sebenarnya, LITERASI itu apa, siih???



MEDIA PENUNJANG LITERASI
Banyak buku, bermacam buku yang dapat memenuhi kebutuhan literasi anak-anak kita. Berbagai jenis buku banyak dijual di pasaran.

Bagaimana buku teks dapat mengembangkan kemampuan LITERASI anak???

Buku teks sebaiknya:
1. Mendukung pembelajaran literasi
2. Mendorong rasa ingin tahu anak
3. Menyenangkan anak
4. Menantang untuk tugas selanjutnya

BUKAN: 
1. Sekedar ada
2. Menyenangkan orang tua agar anak belajar
3. Dasar membuat RPP bagi guru
3. Dasar pengembangan kegiatan


BUKU TEKS SEBAGAI MEDIA PENUNJANG LITERASI

a. Cerita berbicara tentang dunia anak di kelas 1
b. Topik cerita disesuaikan dengan kebutuhan anak
c. Kosakata yang digunakan adalah kosakata yang familiar
d. Ilustrasi membantu mengembangkan literasi visual anak 
e. Cerita mengandung pesan moral/ nilai
f. Karakter dipilih dengan memperhatikan gender bias  


  Pada kondisi tertentu ada cara tradisional yang tidak bisa digantikan oleh teknologi (Ibu Angie Quotes)

Contoh:  
 Mengajarkan buku kepada peserta didik dengan cara memegang buku besar (Aku dan Dunia) dengan menunjuk "huruf", "kata" sambil "mobile" berkeliling mendekati anak-anak dalam suatu kelas tidak bisa digantikan dengan kemajuan teknologi (cukup dengan ditampilkan slide saja misalnya) karena tetap berbeda rasa, suasana dan manfaatnya

Motaze = Gunting, gunting tempel, beri hiasan tambahan

HURUF yang bermakna itu HURUF yang ada pada SEBUAH KATA 


Saat membaca, seorang anak itu..... 

sumber gambar: klik disini


 1. Menebak arti kata dengan melihat gambar
2. Menghubungkan isi cerita dengan pengalamannya
3. Menghubungkan isi cerita dengan dunia sekitarnya
4.Menghubungkan isi cerita dengan yang pernah dibaca dari buku lain
5. Menyimpulkan 
6. Kegiatan dilakukan untuk memahami bacaan



Darimana anak memperoleh/mendapat STRATEGI MEMBACA??? 

 Dari seorang guru yang SERING MELAKUKAN kegiatan membaca bersama >>> SHARED READING 

Jangan mengajarkan membaca, kalau guru belum membaca buku yang akan diajarkan.  

Strategi membaca harus dibiasakan, dibelajarkan. 

READ LOUD > Guru membacakan cerita

 

 

Panduan PAA (by Ibu Yus)

Pendidikan Tanggung Jawab siapa???

  • Diputarkan video kasus guru yang dipenjara, dosen (Nuraini Lubis) yang dibunuh/digorok di toilet di daerah Medan.
  • QS. At-Tahrim: 6 yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". 
  •  Korsel, Jepang > mereka akan kehilangan pemuda, karena banyak wanita karir yang tidak mau menikah/ melahirkan/ mengurus anak.
PAA hadir mempunyai harapan untuk mengisi kekosongan negara-negara di dunia (kekosongan negara seperti Korsel, Jepang itu tadi)

Tujuan Panduan Ar-Rosyad


GOALS > Memahami tujuan dan rintangan dakwah.

• Diputarkan video tentang ibu dan anaknya yang masih balita. Ibunya sibuk merapihkan pekerjaan rumah tangga, namun Si Anak malah sibuk mengacak-acaknya kembali. Video ini bersumber dari website: www.storyofthislife.com

Tahapan ini disebut dengan tahapan kosong-isi. Kebutuhan anak tentang fase ini harus dipenuhi. Ada istilah "Sensor Motori". Karena, kalau tidak dipenuhi maka akan menjadi masalah yang terus menerus di kemudian hari. Cara memenuhi kebutuhan ini adalah dengan memberi tugas/pekerjaan/permainan dengan mengisi dan mengosongkan kembali sebuah wadah. Bisa dengan permainan mengisi ulang air dalam wadah.

Cara menjelaskan dengan TFP (Terminologi, Fakta-fakta, Prinsip)

Dalam menjelaskan anak-anak (peserta) harus bisa:
  1. Attending (menghadiri)
  2. Listening (mendengarkan)
  3. Observing (mengamati)
  4. Remembering (mengingat)
  5. Recalling (memanggil kembali ingatannya)



Kamis, 26 Oktober 2017

Fauzil Adhim: Nikah itu cari barakah

SUKOHARJO, (Panjimas.com) – Yang dicari dalam pernikahan itu barakah. Demikian kata pakar parenting Muhammad Fauzil Adhim dalam Talk Show Pasca Nikah “Manajemen Konflik dan Memahami Pasangan Dalam Rumah Tangga” di Solo Muslim Fair 2016 di Assalam Hipermarket, Jum’at (1/3/2016) malam.
Banyak faktor, bahkan hal yang sangat sepele pun bisa memicu konflik dalam rumah tangga.
“Pernah ada perceraian yang pemicu awalnya sederhana sekali, hanya karena beda selera cat tembok. Nah, setelah ditelusuri, masa lalu mereka memang dimanja dalam keluarga. Apa yang dimau selalu dituruti,” kisah dia.
Maka kunci harmonisnya rumah tangga terletak pada saling memahami pasangannya. Fauzil pun memberikan kiat agar konflik tidak menjadi besar.
“Marah itu bukan untuk dilampiaskan, akan tetapi untuk dideskripsikan. Kalau marah ditahan dulu, lalu diceritakan tadi begini-begini. Jadi pasangan tahu masalahnya. Kalo ternyata hanya karena salah paham, segera bisa mendapat penjelasan,” tutur penulis buku-buku parenting ini.
Dikatakannya pula bahwa orang menghadapa masalah, ada yang mencari pemecahan, tapi ada juga yang mencari pemenangan.
“Kalo mencari pemecahan, ya jangan ketika marah itu dikeluarkan semuanya, nanti maunya hanya menang sendiri, membenarkan dirinya sendiri. Tapi sebaiknya ditahan dulu sampai amarah mereda, baru bicara, sampaikan apa-apa yang menjadi ganjalan,” nasihatnya.
Dan Fauzil menggarisbawahi bahwa menikah itu mencari barakah.
“Yang dicari dalam pernikahan itu barakah. Sebagaimana doa pernikahan yang dicontohkan Rasulullah. Kalo pernikahan tidak barakah, berapa pun anak hanya akan jadi sumber masalah. Sebaliknya kalau pernikahan itu barakahn maka anak-anak akan menjadi qura ta a’yun, penyejuk pandangan. Ulama memahami ini dengan ketaatan,” ucap da’i berputra tujuh ini menenteramkan. [IB]

Sumber: http://www.panjimas.com/news/2016/04/02/fauzil-adhim-nikah-itu-cari-barakah/